Guru dan Ortu Jaga Sekolah di California: Lawan Ketakutan Imigrasi

Larisa Casillas, ibu sukarelawan berompi hijau, mengawasi jalan di depan sekolah dasar di Oakland, berjaga dari agen ICE.

Pagi hari di sebuah kampus gabungan SD Esperanza dan Korematsu Discovery Academy di East Oakland biasanya ramai dengan kesibukan. Ada penjaga penyeberangan yang membantu orang tua dan anak-anak melintasi jalan, mobil-mobil menurunkan siswa di pinggir jalan, dan keluarga mengantre membeli tamale serta champurrado hangat. Namun, di tengah hiruk pikuk itu, ada sosok ibu bernama Larisa Casillas yang berbeda. Dengan rompi hijau neon dan peluit di lehernya, ia berjalan menyusuri blok, mengamati kendaraan yang mendekat, berjaga-jaga dari agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai, atau yang sering disebut ICE.

Larisa adalah bagian dari gerakan yang makin besar di California. Para orang tua, guru, dan tetangga kini bersatu di berbagai distrik seperti Oakland, Los Angeles, dan San Diego. Tujuannya sederhana namun mulia: mengawasi kehadiran agen ICE di sekitar sekolah, mengantar siswa ke sekolah, bahkan membawakan bahan makanan untuk keluarga yang takut keluar rumah. Inisiatif keren ini muncul setelah Januari 2025, ketika ada kebijakan yang membatalkan larangan penegakan imigrasi di dekat atau di dalam sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah. Tentu saja, perubahan kebijakan ini memicu kekhawatiran besar, karena banyak yang takut orang tua akan menahan anak-anak mereka di rumah.

Kepala sekolah di seluruh California melaporkan bahwa upaya-upaya ini sungguh membantu. Kesehatan mental siswa membaik, dan angka kehadiran juga meningkat, padahal sebelumnya sempat menurun drastis akibat ketakutan akan penegakan imigrasi. Anggota parlemen California pun tak tinggal diam, mereka membuat undang-undang untuk membatasi penegakan imigrasi di sekolah. Contohnya, agen harus mendapatkan surat perintah dari hakim untuk masuk sekolah, dan sekolah wajib memberitahu orang tua, staf, serta siswa jika ada agen ICE di kampus. Ini bukti bahwa hukum pun mendukung perlindungan anak-anak kita.

Lalu, bagaimana sih cara kerja patroli ini? Seperti yang dilakukan di Oakland, para sukarelawan dilatih untuk sigap. Jika mereka melihat kendaraan atau petugas ICE di dekat sekolah, mereka akan segera menelepon sekolah, meniup peluit atau terompet udara untuk memberi tahu komunitas sekitar, dan mulai merekam petugas dengan ponsel mereka. Setelah itu, insiden akan dilaporkan ke hotline kemitraan hukum imigrasi setempat. Ini semua dilakukan dengan tetap menjaga jarak aman, karena merekam kegiatan penegakan hukum di tempat umum itu legal dan dilindungi oleh Amandemen Pertama, lho. Jadi, semuanya aman dan teratur!

Bukan cuma patroli, lho! Di Los Angeles dan San Diego, guru-guru juga aktif berkeliling lingkungan di pagi hari sebelum sekolah untuk mencari tahu apakah ada ICE. Bahkan, mereka juga menggalang dana untuk memberikan kartu hadiah belanjaan atau kebutuhan pokok seperti beras dan kacang-kacangan kepada keluarga yang takut keluar rumah setelah mendengar kabar tentang penggerebekan imigrasi. Selama liburan musim dingin, mereka bahkan membawa mainan untuk anak-anak. Solidaritas dan kepedulian seperti ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak, memastikan mereka tetap bisa meraih pendidikan tanpa rasa takut.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org