Setahun Pasca Kebakaran LA: Kisah Pemulihan Sekolah dan Dukungan Siswa
Setahun yang lalu, api melahap rumah Tanya Reyes di Altadena, Los Angeles. Di tengah puing-puing, ia berjuang meyakinkan ketiga putrinya bahwa yang terpenting adalah mereka masih memiliki satu sama lain. Kini, setelah setahun berlalu, perjuangan Tanya sebagai guru di McAlister High School, Los Angeles Unified School District (LAUSD), masih terasa berat. Nyeri punggung kronis akibat sering berpindah, ditambah beban emosional membangun kembali kehidupan keluarga sambil mengajar, adalah realita yang harus ia hadapi. Kisah Tanya hanya satu dari ribuan warga Los Angeles yang hidupnya porak-poranda akibat kebakaran besar di tahun 2025.
Kebakaran dahsyat ini bukan hanya menghanguskan rumah, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi banyak komunitas, terutama di lingkungan sekolah. Sebanyak 31 orang meninggal dunia dan lebih dari 100.000 orang harus mengungsi. Delapan kampus sekolah di Pasadena Unified dan Los Angeles Unified turut menjadi korban, mengganggu proses belajar mengajar bagi sekitar 12% sekolah negeri di negara bagian tersebut. Lantas, bagaimana sekolah-sekolah ini bangkit dan memberikan dukungan bagi siswa-siswanya?
Dukungan Emosional dan Tantangan Psikologis Pasca Kebakaran
Dampak kebakaran tidak hanya terlihat dari bangunan yang hancur, tetapi juga pada kesehatan mental dan emosional individu. Seperti Tanya Reyes, banyak guru dan siswa yang mengalami tekanan berat. Rasa kehilangan yang tak berwujud, seperti kenangan dan rutinitas, terus menghantui. Meskipun ada dukungan konseling dan psikologis yang cepat diberikan, efek emosional ini bersifat jangka panjang. Bahkan, sirene kebakaran atau api di dekat rumah bisa memicu kembali ketakutan dan trauma bagi para siswa dan guru. Penting bagi kita untuk memahami bahwa pemulihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental.
Pembangunan Kembali Sekolah: Sebuah Perjalanan Berbeda
Satu tahun setelah kebakaran, perjalanan pembangunan kembali di LAUSD dan Pasadena Unified menunjukkan cerita yang berbeda. LAUSD telah berhasil membuat kemajuan signifikan dalam membangun kembali Marquez Elementary, Palisades Elementary, dan Palisades Charter High School. Dengan perkiraan biaya hingga $600 juta, LAUSD beruntung memiliki dana dari obligasi konstruksi senilai $9 miliar yang disahkan pada tahun 2024. Misalnya, siswa Marquez Elementary sudah dapat kembali ke kampus sementara mereka, dan kampus permanen diharapkan selesai pada tahun 2028.
Namun, di Pasadena Unified, situasinya lebih rumit. Dengan lima kampus sekolah yang hancur dan tantangan finansial jangka panjang, proses pemulihan mereka terhambat. Meskipun juga mengandalkan obligasi $900 juta, distrik ini harus memangkas anggaran sebesar $24,5 juta, termasuk memberhentikan sekitar 40 guru. Kondisi ini tentu menjadi beban ganda bagi para guru dan staf yang mungkin juga terdampak langsung oleh kebakaran.
Kerugian Berlapis Bagi Siswa Rentan
Kebakaran ini juga memperparah kondisi siswa yang sudah rentan, seperti anak-anak dalam sistem asuh atau yang mengalami tunawisma. Sekitar 225 anak dalam pengasuhan di Altadena terdampak kebakaran Eaton, dan banyak yang harus pindah sekolah atau daerah. Analisis dari UCLA Pritzker Center menyoroti kekhawatiran bahwa layanan pendukung penting, seperti bagi siswa disabilitas, bisa menurun seiring waktu.
Bagi siswa tunawisma, tantangan semakin besar. Meskipun kebijakan memudahkan pendaftaran sekolah, banyak keluarga yang tiba-tiba tunawisma merasa malu atau enggan menerima bantuan. Mereka yang sebelumnya adalah "pemberi" kini harus menjadi "penerima," sebuah transisi yang sulit secara emosional. Ironisnya, beberapa siswa bahkan harus menghadapi krisis lain seperti razia imigrasi tak lama setelah kebakaran, menambah beban ancaman terhadap rasa aman mereka.
Bergerak Maju Menuju "Normal Baru"
Menghadapi hari peringatan kebakaran, sekolah-sekolah di wilayah tersebut memiliki cara yang berbeda dalam mengenangnya. Beberapa memilih momen mengheningkan cipta, sementara yang lain fokus pada aktivitas penyembuhan seperti menanam pohon. Namun, prioritas utama tetap menjaga rasa normalitas bagi siswa.
Julianne Reynoso, asisten superintendent di Pasadena Unified, menekankan bahwa kegiatan apa pun harus berorientasi pada penyembuhan. Sementara itu, bagi guru seperti Wendy Connor, kerugian terbesar bukanlah materi yang bisa diganti. Ia meratapi hilangnya koleksi proyek seni siswa atau sampel pengajaran selama puluhan tahun yang tak ternilai harganya. Ini adalah kerugian yang tidak bisa ditagih kepada distrik, melainkan bagian dari proses berduka yang berkelanjutan.
Kisah Tanya Reyes dan komunitas sekolah di Los Angeles mengajarkan kita tentang ketahanan dan pentingnya dukungan jangka panjang. Proses pemulihan membutuhkan waktu, kesabaran, dan empati. Bagi Tanya, ini berarti belajar untuk memperlambat langkah dan membiarkan tubuh serta jiwa berduka. "Ada duka di tubuh saya yang bahkan tidak saya sadari, tapi itu muncul," katanya. Ini adalah pengingat bahwa di balik pembangunan kembali fisik, ada penyembuhan emosional yang jauh lebih dalam dan berkelanjutan yang harus terus kita perhatikan.